Al-Shakhra: Jejak Peristiwa Naiknya Rasul ke Langit ke-7

Umat Muslim tentu mengetahui peristiwa Isra Mi’raj yang dialami Nabi Muhammad SAW. Isra Mi’raj merupakan perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah dalam waktu satu malam saja.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa bersejarah sekaligus sangat penting bagi umat Islam karena melalui peristiwa itu Nabi Muhammad mendapat perintah langsung dari Allah untuk menunaikan salat 5 waktu sehari semalam. Perintah itu kemudian ditetapkan sebagai kewajiban utama seluruh Muslim di dunia.

Diriwayatkan dalam Quran, Isra Mi’raj adalah dua cerita perjalanan yang berbeda. Isra merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid Al-Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsa di Yerussalem.

Sementara Mi’raj merupakan kisah perjalanan rasul dari bumi naik ke langit ke tujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha (akhir penggapaian) untuk menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Namun, karena dua peristiwa itu terjadi pada waktu yang bersamaan maka disebutlah sebagai peristiwa Isra Mi’raj. Selama perjalanan Nabi ditemani Malaikat Jibril dengan menunggangi Buraq yakni sejenis hewan yang lebih kecil dari kuda namun lebih besar dari keledai dan bisa terbang.

Jejak peristiwa terpenting dalam sejarah Islam ini ternyata masih dapat ditemukan di Kota Yerussalem. Tepatnya di Masjid Al-Shakhra, Yerussalem, terdapat sebuah batu yang dulunya digunakan sebagai tambatan Buraq sekaligus tempat berpijaknya kaki Rasulullah SAW saat akan naik ke langit ketujuh menggunakan Buraq.

Batu itu hingga kini masih tersimpan dengan baik di dalam Masjid Al-Shakhra (kubah batu) atau yang lebih dikenal dengan nama Dome of The Rock. Dome of The Rock dibangun oleh Khalid bin Walid atas perintah Khalifah Umar bin Khattab RA pada tahun 15 Hijriah (636 Masehi), ketika tentara Islam berhasil menaklukkan Palestina (Yerussalem) dari tangan Israel. Karena itu pula banyak yang menyebut masjid ini dengan nama Masjid Umar.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*