Kehidupan yang berlandaskan Islam tentunya menjadikan kehidupan seseorang itu lebih tenang dan damai. Dalam hidup ini tiada seorang pun yang sepi daripada ujian. Cuma bentuk ujian yang menimpa itu berbeza atas seorang daripada seorang yang lain.Ada yang Allah berikan ujian kecil, ada pula ujiannya besar.
Perkongsian Ebit Lew tentang kisah seorang lelaki yang ditemui ketika mencuci kereta ini wajar dijadikan contoh dan pedoman. Berikut catatan Ebit Lew di laman Instagramnya.
Masa nak basuh kereta saya tengok seorang abang bawa kereta audi baru tengah duduk-duduk ada makcik jual kerepek datang. Dia bagi RM50 dan kata takperlah makcik. Saya nak 3 jer..sebenarnya 3 cuma Rm10…makcik tu kata terima kaseh nak. Terima kaseh..Alhamdulillah rezeki makcik..
Lepas tu saya duduk di sebelah abang tadi. Saja nak berbual. Dia tegur saya dan kata ini ustaz ebit lew ke? Ya Allah rezeki jumpa di sini. Dia peluk saya. Dalam hati, saya doa “Ya Allah dalam berjuta rahmat yang kau beri kepadanya berilah sedikit kepada saya”
Yer saya. Ya Allah tak sangka jumpa di sini. Saya cakap padanya tahniah pada abang. Allah sayang abang. Satu sebab sedekah pada makcik tadi dan keduanya kereta audi baru ini..masyaAllah.. Dia terus mencelah dan kata saya sebelum ni susah sangat.
Ads
DUNIA TAK DAPAT, AKHIRAT PUN MELEPAS
Semua yang saya buat semua tak jadi. Saya kerja siang malam dekat 5 tahun. Tapi rasa macam takde apa-apa tapi cuma dapat penat. Hutang pun banyak keliling pinggang. Dengan keluarga jadi jauh. Orang kata dunia tak dapat, keluarga hilang dan akhirat lagilah.
Ads
Sehinggalah Allah selamatkan saya. Saya belajar dari ustaz juga. Saya dah mula jaga solat Subuh di Masjid. Saya jaga solat. Saya rajin dengar ceramah agama. Saya dengar ceramah ustaz. Saya ternanti motivasi ustaz. Saya beli semua set buku ustaz. Teruskan berdakwah yer ustaz..
LEBIH HARGAI ISTERI DAN ANAK-ANAK
Ads
Paling besar kesan Allah bagi bila saya mula belajar baca hadis dalam rumahtangga saya bersama isteri dan anak-anak. Isteri saya mula solat. Mula pakai tudung. Saya semakin sayang dia ustaz. Rasa macam pengantin baru. Bila saya balik masjid rasa tak sabar nak jumpa isteri..kadang-kadang melompat masuk rumah. Tak sempat nak buat yang lain terus rasa nak peluk isteri…rasa rindu isteri.
Saya dah tak buang masa dengan hiburan dan kawan-kawan. Tak ke mana-kemana tu semua. Tak sangka rezeki kami mula melimpah ruah. Allah bukakan jalan. Tiada lagi rasa nak marah-marah. Tenteram rasa dalam rumah.
Allah sayang abang. Betul tu abang. Kita kejar akhirat, dunia kejar kita. Jadikan Allah sebagai maksud. Allah tujuan hidup. Allah sebagai cinta kita. Allah kekasih. Hargai bimbing keluarga-ebitlew
Sumber kredit: Instagram: Ebit Lew
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Semalam kerajaan Malaysia menyatakan pendiriannya untuk tidak menghantar jemaah bagi musim haji 1441H. Ini adalah disebabkan wabak pandemik COVID-19 yang masih belum pulih sepenuhnya.
Biarpun sedikit terkillan dan sedih dengan keputusan itu, tetapi apa yang dilakukan oleh kerajaan sangat baik demi mengekang masalah penularan virus ini yang masih belum ditemui vaksinnya.
Justeru bagi mengubat hati yang lara, jemaah haji yang sudah terpilih dan menerima surat tawaran tahun ini boleh melakukan beberapa amalan ini yang dikatakan sama pahalanya seperti mengerjakan ibadah haji.
Marilah kita berdoa agar virus ini akan segera lenyap dan berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji tahun depan.
Ada 7 amalan yang memiliki pahala Haji dan Umrah. Luar biasanya ganjaran bagi setiap amalan ini walaupun tidak dapat menjejaki Tanah Haramain namun begitu setiap amalan ini tetap tidak dapat menggantikan kefardhuan ibadah haji.
Semoga dengan mengetahui tentang amalan ini dapat mengubat dan memujuk hati-hati para bakal jemaah haji yang telah bersedia untuk menunaikannya namun tertangguh dengan kehendak Allah pada tahun ini.
Seseorang yang bersungguh-sungguh, melakukan persediaan, berkeinginan dan keazaman yang tinggi namun telah terhalang atau uzur, mereka sabar dan redha maka mereka tetap memperolehi pahalanya.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, dalam suatu peperangan (perang tabuk) kami bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang yang tidak dapat turut serta dalam perjalanan perang, juga tidak menyeberangi suatu lembah (tidak turut serta dalam kepayahan) namun mereka bersama kalian (dalam pahala). Padahal mereka tidak ikut berperang karena mendapatkan uzur sakit.” (HR. Muslim).
Dalam lafaz lain disebutkan,
إِلاَّ شَرِكُوكُمْ فِى الأَجْرِ
“Melainkan mereka yang terhalang sakit akan dicatat ikut serta bersama kalian dalam pahala.”
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan solat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Baginda saw pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.”
(HR. Tirmidzi)
Syaratnya:
-Solat Subuh Berjemaah
-Tidak berganjak dari ruang tempat solatnya (menunggu) hingga matahari terbit dan sesuai untuk solat sunat Isyraq (12-15 minit selepas waktu syuruq).
“Ada orang-orang miskin datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata, orang-orang kaya itu pergi membawa darjat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka solat sebagaimana kami solat. Mereka puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta sehingga boleh berhaji, berumrah, berjihad serta bersedekah.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Maukah kalian aku ajarkan suatu amalan yang dengan amalan tersebut kalian akan mengejar orang yang mendahului kalian dan dengannya dapat terdepan dari orang yang setelah kalian. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada kalian, kecuali orang yang melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan. Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir di setiap akhir shalat sebanyak tiga puluh tiga kali.”
Kami pun berselisih. Sebahagian kami bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tiga puluh tiga kali, bertakbir tiga puluh empat kali. Aku pun kembali dan bertanya padanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar, sampai tiga puluh tiga kali.” (HR. Bukhari).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
“Ada seseorang yang mendatangi Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ia sangat ingin pergi berjihad namun tidak mampu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya padanya apakah salah satu dari kedua orang tuanya masih hidup. Ia jawab, ibunya masih hidup.
Rasul pun berkata padanya, “Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (HR. Ath-Thabrani)
Jika ibubapanya atau salah satunya telah meninggal dunia maka lakukanlah yang berikut.
a- Mendoakan kedua orang tua.
b- Meminta keampunan pada Allah untuk mereka.
c- Menunaikan janji mereka setelah meninggal dunia seperti melangsaikan hutang mereka.
d- Meneruskan hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya.
e- Memuliakan rakan karib keduanya.
f- Bersedekah atas nama kedua orang tuanya
Tiga amalan seterusnya terikat pada situasi di musim pandemik ini.
Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang berjalan menuju solat wajib berjama’ah, maka ia seperti berhaji. Siapa yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sunnah.” (HR. Thabrani).
Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang berangkat ke masjid yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Thabrani)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya pada seorang wanita,
مَا مَنَعَكِ أَنْ تَحُجِّى مَعَنَا
“Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?”
Wanita itu menjawab, “Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya –ditunggangi suami dan anaknya-. Ia meninggalkan unta tadi tanpa diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut. Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ini Doa Menjemput Malam Lailatul Qadar: Arab, Latin dan Artinya. Ada doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW jikalau kita mau menjemput malam lailatul qadar, malam kemuliaan, yakni dengan do’a:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku). عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Dari ‘Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah ﷺ, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah malam lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?”
Jawab Rasulullah SAW, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850.
Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Hadits ini dibawakan oleh Imam Tirmidzi dalam bab: “Keutamaan meminta maaf dan ampunan pada Allah Swt.
Hadits di atas disebutkan pula oleh Ibnu Hajar dalam Bulughul Marom pada hadits no. 706. Maksud dari “innaka ‘afuwwun” adalah yang banyak memberi maaf. Demikian kata penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi.
Baca Juga > Amalan dan Doa di Malam Jum’at dan di Hari Jum’at Sesuai Sunnah Nabi
Para ulama menyimpulkan dari hadits di atas tentang anjuran memperbanyak do’a “Allahumma innaka ‘afuwwun …” pada malam yang diharap terdapat malam lailatul qadar.
Doa di atas begitu jaami’ (komplit dan syarat makna) walau terlihat singkat.
Doaa tersebut mengandung ketundukan hamba pada Allah Swt dan pernyataan bahwa dia tidak bisa luput dari dosa. Namun sekali lagi meminta ampunan seperti ini tidaklah terbatas pada bulan Ramadhan saja.
Imam Al Baihaqi berkata, “Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam lailatul qadar saja.” (Fad
Dalam keadaan ekonomi sekarang, isteri ‘terpaksa’ keluar bekerja bagi membantu meringankan tugas suami. Apabila isteri keluar bekerja maka beban tugas isteri semakin bertambah. Maka sebab itulah para suami perlu bijak memainkan peranan bagi meringankan beban isteri yang turut keluar bekerja mencari nafkah.
Para suami perlulah bertimbang rasa. Bantu isteri melakukan kerja-kerja rumah, barulah rumah tangga akan kekal harmoni.
Berikut perkongsian Firdaus Shakirin tentang tanggungjawab suami dalam rumah tangga.
“Tapi kenapa awk perlu jadi RAJA dalam rumahtangga? Balik je keje, terus minta itu ini, nak itu ini…saya pun baru balik keje, baru ambik anak…xsempat tukar baju lagi…xsempat mandi lagi…rehat pun tak…tapi awak balik je, terus tanya kenapa tak masak lagi, kenapa rumah tak kemas lagi, kenapa anak2 xmandi lagi…”
Tuan-tuan yg dihormati, kalau tangan tu tak membantu, mulut jgn jd mcm hantu…
Hidup sebagai suami isteri ini indah bila ada toleransi…tolak ansur…apabila isteri bekerja, beliau tetap berusaha menjadi seorang ibu utk anak-anak kita dan dalam masa yg sama, berusaha menjadi seorang isteri yg baik utk kita. Janganlah membebani mereka dgn sesuatu perkara yg kita juga boleh lakukan dgn sendirinya…
Sebagai contoh :
– kita balik awal, sampai awl di rumah, kita kemaskan apa yg patut, buat kje umah, basuh baju, sidai baju… – kita bungkuskan siap-siap makanan dlm perjalanan blk ke rumah tu, nanti isteri cuma perlu panaskan… – kita nak minum air panas, tapi isteri sibuk dgn anak2, maka kita bancuh sendiri…. – Isteri nak mandi, nk solat, maka kita jaga anak2, bg isteri masa utk bersiap dan berehat…
Walaupun sebaik-baik tempat utk isteri itu adalah di rumah, tapi apabila dia memilih utk bekerja dgn niat membantu kita, maka kita cubalah membantu memudahkan urusan dirinya…
Jangan lupa bertanya, “Macam mana hari ini, ok ke di tempat keje?”…ianya antara soalan yg dinanti oleh isteri dan kemudiannya, jadilah pendengar yg setia, dengar luahan dan cerita nya. Walaupun nampak mudah, tapi tak ramai suami yg tahu apa yg terbuku dihati seorang isteri..
Hargai pengorbanan isteri supaya dia rasa usaha dia tidak sia-sia…jgn smpai hilang keikhlasannya utk berbakti kpd suaminya…
Kesimpulannya dalam sesebuah rumah tangga, mesti ada sikap toleransi. Ia amat penting bagi memastikan perjalanan rumah tangga kekal rukun dan damai.
Sumber kredit: FB: Firdaus Shakirin
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Program World #QuranHour 2026 sekali lagi mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk kembali menjadikan al-Quran sebagai panduan utama dalam kehidupan seharian.
Program tahunan yang...