Semua inginkan kematian yang indah. Selagi nyawa dikandung badan, lakukan lah segala yang terbaik agar matinya kita nanti dalam keadaan husnul khatimah; kematian yang indah, secara baik dan dicemburui manusia.
Dan, video tular di sosial media yang memperlihatkan saat-saat Allah menarik nyawa seorang ulama di Sumatera Barat, Indonesia yang sedang memberi ceramah cukup meniup hela keinsafan kepada kita.
https://www.instagram.com/p/CFZRiMDBazP/
Sesungguhnya ia adalah kematian indah dan dicemburui kita yang masih hidup. Masakan tidak, ia terjadi ke atas seorang alim yang sedang mengajak manusia ke jalan kebaikan dan nyawa ditarik sebaik dia mengucapkan kalimah tauhid “Lailahaillallah” lalu rebah.
Ads
Dimaklumkan bahawa ulama yang dikenali sebagai Buya Isral Malin Putiah itu sedang menyampaikan ceramah di masjid Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Buya Malin yang kelihatan sihat dan kuat walaupun agak tua cukup bersemangat menyampaikan ceramahnya dalam Bahasa Minang. Ceramah terakhirnya itu menyentuh tentang betapa Allah SWT itu Maha mengetahui akan segala apa yang kita lakukan atau niatkan sekalipun. Sesekali kelihatan beliau menyapu peluh di wajahnya dengan selempang yang dipakai.
Ads
“Allah itu Maha Melihat, Allah itu Maha Mendengar. Perkataan dalam hati kita, Allah juga mengetahuinya,” ujar Buya Malin yang cukup semangat. Nada suara cukup tegas mengingatkan manusia akan dosa-dosa silam yang telah dibuat.
Sebaik mengucapkan kalimah Tauhid ‘Lailahaillallah’, Buya Malin secara tiba-tiba rebah ke belakang dan ternyata jelas bunyi nafas nya yang cukup kuat. Dan dilaporkan bahawa tidak lama berselang, nafas tidak lagi kedengaran dan ternyata Buya Malin telah menemui sang Penciptanya pada 12 September 2020 lalu. Dalam video tersebut, jam pada dinding masjid menunjukkan pukul 11.23 pagi waktu tempatan saat kejadian berlaku.
Ads
Bagi menghormati permintaan keluarga yang mahukan Buya Malin terus dibawa ke rumah untuk urusan fardhu kifayah.
Walaupun kelihatan sudah tua, namun Buya Malin tidak alami sebarang masalah kesihatan; tiada tanda-tanda dia sakit. Namun ini semua adalah aturan Allah.
Ajal kita adalah rahsiaNya, namun apa yang terjadi ini banyak memberikan kesedaran kepada kita tentang mati itu pasti dan berusahalah melakukan kebaikan agar kita juga nanti mati dalam keadaan husnul khatimah. Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun.
Kashoorga: Teruskanlah melakukan amal kebaikan walau siapa dan di mana kita berada. Semoga kita juga nanti menemui sang Pencipta dalam keadaan husnul khatimah.
Sehingga artikel ini ditulis, lebih 125,000 tontonan menyaksikan detik-detik kematian yang indah ini. Ramai warganet mendoakan segala kebaikan buat Allahyarham Buya Isral Malin. Amin.
Doa adalah senjata terbesar umat Islam. Kerana itu, wajib bagi seorang Muslim untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala. Ada banyak doa yang diajar dan dibaca oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam yang seharusnya diamalkan oleh kita semua.
Doa-doa ini sebaiknya dibaca setiap hari agar kita selalu ingat kepada Allah Subhanahu wa Taala dan tidak menjadi orang yang lalai. Bahkan dengan membacanya kita akan mendapat perlindungan Allaj, dijauhkan dari godaan dan bisikan syaitan yang terkutuk kerana sesungguhnya syaitan adalah musuh nyata bagi seorang muslim.
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), kerana sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni Neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Faathir: 6).
Berikut beberapa doa yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Semoga kita beramal dengannya:
اَللَّهُمَّ يا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبُنَا عَلَى دِينِكَ
“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.” (HR. Muslim 2654)
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim 2739).
“Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Syurga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan.” (HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani)
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun), aku berpindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.” (HR. Bukhari 2822)
“Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani).
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya boleh mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah diriku dalam keadaan tidak tenggelam dalam ujian.” (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani)
“Ya Allah mohon kebaikan pada urusan agamaku karena itu adalah penjaga semua urusanku. Aku mohon kebaikan pada urusan duniaku karena itu tempat hidupku. Aku mohon kebaikan pada urusan akhiratku karena itu tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini tambahan kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematianku waktu istirahat bagiku dari segala keburukan.” (HR. Muslim 2720)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَالهَرَمِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الَمسِيحِ الدَّجَّال “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan; aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal.” (HR. Bukhari 6368)
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, keberlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah diriku dalam kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua itu adalah berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari segala dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, segala dosa yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719).
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu seluruh kebaikan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), kebaikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui. Dan aku berlindung kepadaMu dari segala keburukan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.
Aku meminta kepada-Mu kebaikan semua doa yang pernah diminta oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan, yang hamba dan nabi-Mu pernah berlindung darinya.
Aku memohon syurga kepadaMu dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku berlindung kepadaMu dari neraka dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya.
Aku meminta segala sesuatu yang telah Engkau takdirkan untukku, hendaklah Engkau jadikan kebaikan bagiku.” (HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
اللهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا “Ya Allah karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyu, dan doa yang tidak diijabahi.” (HR. Muslim 2722) . Sumber : Islam Pos
WEBINAR JODOH : SUAMI KIRIMAN ILAHI
Jom Sis semua yang masih single terutamanya sejenis yang pemalu! Kita belajar ilmu menjemput jodoh
Dengan ilmu menjemput jodoh, Sis akan..
Tak tertanya-tanya lagi “Dimana atau ada ke bakal imamku”
Jelas dan yakin dengan langkah-langkah mudah ikhtiar mencari jodoh (Tip: Islam itu Mudah dan Indah)
Akan dijauhi heartbreak dan lelaki yang tak serius
Yang sudah berstatus ‘Dimiliki’, ambillah manfaat ilmu ini untuk memudahkan dan percepatkan lagi jodoh Sis
Setiap orang pasti ada barangan idaman yang ingin dimiliki. Ada kalanya harga barang tersebut melebihi bajet semasa, namun apabila terlihat tawaran bayaran ansuran beberapa bulan, ramai yang terus tertarik untuk membuat pembelian.
Tambahan pula, promosi bayaran bulanan dengan “faedah sifar peratus” sememangnya nampak mudah dan meyakinkan.
Namun sebagai seorang Muslim, timbul persoalan penting, adakah kemudahan transaksi seperti ini benar-benar bebas daripada unsur riba?
Secara asasnya, hukum asal dalam muamalat adalah harus selagi tiada unsur yang bercanggah dengan syarak. Allah SWT berfirman:
Maksudnya: “Padahal Allah telah menghalalkan berjual-beli (berniaga) dan mengharamkan riba.”
(Surah al-Baqarah, ayat 275)
Secara ringkas, Buy Now Pay Later (BNPL) ialah kaedah pembayaran yang membolehkan pengguna membeli sesuatu barangan terlebih dahulu dan membayarnya secara ansuran dalam tempoh beberapa bulan, kebiasaannya tanpa perlu menggunakan kad kredit.
Kaedah ini sangat cepat, mudah dan mesra pengguna kerana semuanya boleh dilakukan melalui aplikasi.
Malah, ada penyedia yang mempromosikan tiada caj tambahan, sekali gus membuatkan ramai merasa ia selamat digunakan.
Namun, persoalan utamanya adalah di manakah titik bahaya dalam skim ini?
Perkara yang perlu diberi perhatian ialah apabila berlaku kelewatan bayaran. Dalam kebanyakan situasi, pengguna yang gagal membayar pada waktu ditetapkan akan dikenakan caj penalti atau bayaran tambahan oleh pihak penyedia jualan.
Di sinilah timbulnya persoalan sama ada kontrak yang berlaku itu benar-benar berasaskan jual beli, atau sebenarnya lebih dekat kepada pinjaman?
Dalam Islam, sebarang tambahan yang dikenakan ke atas pinjaman boleh termasuk dalam kategori riba, terutama jika bayaran tambahan itu memberi keuntungan kepada pihak pemberi pinjaman, bukan sekadar menampung kos sebenar pengurusan.
Sebab itu, pengguna Muslim tidak boleh hanya melihat pada iklan “mudah”, “cepat” atau “0% interest” semata-mata, sebaliknya perlu memahami struktur akad dan syarat perjanjian yang digunakan.
Buy Now Pay Later boleh jadi patuh syariah jika:
Walaupun ada skim BNPL yang mungkin harus digunakan, ia tetap boleh menjadi makruh atau bahkan haram jika menyebabkan seseorang berhutang melebihi kemampuan sendiri.
Islam mengajar umatnya supaya berbelanja secara berhemah dan mengamalkan sifat qanaah, iaitu merasa cukup dengan rezeki yang ada serta tidak memaksa diri mengejar kehendak semata-mata kerana terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.
Jangan sampai kerana mahu kelihatan setanding dengan orang lain, kita sanggup berhutang untuk perkara yang bukan keperluan. Kemudahan kewangan yang ada sepatutnya membantu, bukan menjerat kita dalam beban hutang yang berpanjangan.
Islam tidak menolak kemudahan, tetapi Islam mendidik umatnya supaya sentiasa berhati-hati dalam urusan kewangan. Sebelum menggunakan kemudahan BNPL, baca dan fahami dahulu syarat serta terma yang dikenakan.
Jika masih ragu-ragu, lebih baik tangguhkan dahulu pembelian, kumpul wang secukupnya dan utamakan keperluan berbanding kehendak.
Jangan mudah tergoda dengan tawaran yang nampak indah di awal, tetapi boleh membawa kesulitan di kemudian hari.
++Untuk berita dan artikel terkini. Jangan lupa ikuti kami di media sosial rasmi kashoorga, Instagram, Facebook & TikTok
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Berita baik untuk pasangan pengantin meraikan hari bahagia apabila Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) memberikan kebenaran bernikah di seluruh masjid di Wilayah Persekutuan termasuk Putrajaya berkuat kuasa mulai hari ini (17 September).
Disamping kehadiran wali dan ibu bapa dari kedua belah pihak selain saksi dari JAWI, pasangan pengantin boleh membawa seorang jurugambar untuk merakam momen indah kedua mempelai disatukan di majlis berkenaan.
Bagaimana pun, kesemua 10 orang termasuk pasangan pengantin perlu memenuhi syarat ditetapkan dalam Fasa Pelan Pemulihan Negara (PPN) Fasa 2 termasuk sudah lengkap divaksinasi dan perlu menunjukkan sijil vaksin berkenaan apabila diminta. Dan seandainya belum lengkap di vaksin, bakal pengantin perlu menunjukkan ujian PCR tiga hari sebelum majlis.
Bekas pesakit Covid dan telah sembuh sepenuhnya adalah DIWAJIBKAN mengemukakan surat pengesahan (discharge note) daripada pihak Kementerian Kesihatan Malaysia atau Jabatan Kesihatan Negeri. Masa yang sama, mereka bukan dari kawasan Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan (PKPD). Masa yang sama, mereka tidak bergejala dan bukan kontak rapat pesakit Covid-19.
Berikut adalah kenyataan rasmi dikeluarkan oleh JAWI:-
Alhamdulillah. Kami menetapkan perluasan kebenaran Majlis Akad Nikah di Wilayah-Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya untuk maslahah umat Islam berkuatkuasa 17 September 2021 (Jumaat) seperti berikut :-
Masa yang sama, HANYA MAS KAHWIN dan dokumen-dokumen yang berkaitan sahaja dibenarkan berada di ruang majlis. Gambar hiasan.
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Kirim doa kepada jemaah umrah atau haji merupakan amalan yang harus dalam Islam. Ketahui hukum, dalil hadis serta adab mengirim doa tanpa membebankan para jemaah.