Hukum mewarnakan rambut (sabgh al-sha’r) adalah harus kecuali mewarnakan rambut dengan warna hitam berdasarkan satu hadis riwayat Muslim, no. 2102: Ubahlah warna uban ini akan tetapi elakkanlah daripada warna hitam (menghitamkannya).
Warna hitam hanya diharuskan bagi mereka yang menghadapi penyakit beruban walaupun masih terlalu muda dan untuk muslihat perang. Namun mewarnakan rambut adalah makruh bagi golongan muda yang tidak bermasalah.
Baru-baru ini bekas kelahiran program realiti Akademi Fantasia 6, Nubhan Ahamad telah mewarnakan rambutnya. Namun tindakannya itu telah ditegur oleh ibunya. Rentetan daripada itu, Nubhan tertanya-tanya hukum sebenar mewarnakan rambut walaupun pewarna yang digunakan disahkan halal penggunaannya.
HARI2 MAK DEN BEBEL… mmg x nampak sgt kalernya…sbb sya buat light2 je…tetap kantoi kat mak sya ? ada yg kata haram ada yg kata halal…confuse den…tolonglah ustaz2 bg pencerahan…????
Sejurus lps 5 minit sya up video minta pencerah…ustaz @pu_azman terus respon…tq ustz bg pencerahan…skrang rambut sey dah kontot…yg ponting mak den tak memotir ?
Mewarna rambut kerana uban dengan apa-apa warna selain dari warna hitam.
Ads
2. Harus
(a) Mewarna rambut dengan warna hitam untuk tujuan jihad.
(b Mewarna rambut bagi isteri dengan warna hitam untuk tujuan berhias bagi suami.
3. Makruh
Ads
(a) Mewarna rambut supaya kelihatan seperti orang soleh.
(b) Memutihkan rambut dengan apa juga bahan bagi tujuan untuk kelihatan tua atau mendapat kedudukan dalam masyarakat, atau diterima percakapannya.
4. Haram
(a) Mewarna rambut dengan warna hitam kecuali sebagaimana yang dinyatakan dalam perenggan 2(a) dan (b) Mewarnakan rambut sehingga menyerupai (tasyabbuh) orang bukan Islam.
Kesimpulannya kalau kita rasa was-was, eloklah kalau kita tak payah buat.
Sumber kredit: @nubhan.ahamad dan Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Sembilan
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Kembalinya orang tua kita ke pangkuan Illahi bukan bermakna berakhirnya peluang kita sebagai anak berbakti kepada arwah. Allah menunjukkan banyak cara untuk kita dapat terus mengalirkan pahala buat mereka sebagaimana sewaktu mereka masih hidup.
Oleh itu, jangan berduka cita atau ralat atas pemergian ayah dan ibu tersayang. Berikut adalah jalan atau cara untuk kita berbakti kepada arwah ibu dan ayah.
“Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi SAW menjawab, “Ya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya); mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 )
“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552).
Saling berhubung bertanya khabar berita dengan sahabat arwah, ahli keluarganya dan orang yang terdekat dengan arwah dan niatkan lah untuk orang tua kita. Berkat rasa hormat kita itu maka semoga pahalanya turut mengalir buat orang tua kita.
“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya setelah meninggal dunia.” Sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat baik (ayahku) Umar (bin Al-Khattab).
“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah ra meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya.
Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya? Nabi SAW menjawab, “Ya, bermanfaat”
Kemudian Sa’ad mengatakan pada Baginda SAW, “Kalau begitu aku bersaksi padamu bahawa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya” (HR. Bukhari no. 2756)
“Orang tua adalah pintu syurga paling tengah. Kalian boleh sia-siakan pintu itu atau kalian boleh juga menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900).
Teruslah berbuat baik Berbuat baik harus tetap dilakukan ya sobat, sehingga orang tua turut mendapat pahala kebaikan dari sikap baik yang dilakukan oleh sobat misalnya dulu sobat sering menafkahi orang tua setelah menikah maka setelah meninggal lakukan dengan cara lain.
“Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali ukhhuwah kepada teman-teman ayahnya” [Hadis Riwayat Muslim 2552 (13)].
Jangan ragu dan lakukan lah segala amalan baik yang orang tua kita pernah lakukan sewaktu hayatnya terhadap teman-teman mereka. Usaha ini agar dapat mengalirkan pahala jariah untuk mereka.
“Di syurga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk membolehkan masuk syurga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 6: 8-9).
Sewaktu hayat orang tua, pastinya mereka mempunyai harapan terhadap kita. Maka usaha kan untuk penuhi harapan mereka itu selagi mana ia tidak memudaratkan.
“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang berdoa kepadanya (ibu bapaknya)” (HR. Muslim).
Jika sobat pernah mendapat ilmu apa saja tentang kebaikan dan hal yang bermanfaat dari orang tua, hal itu bisa diteruskan ya sobat, sehingga orang tua juga ikut mendapat pahalanya.
“Sesungguhnya cara berbakti kepada orang tua yang paling baik ialah apabila seseorang itu menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapanya setelah meninggal” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
“Ya, ada empat perkara: mensolatinya dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka dan menyambung tali kekeluargaan yang kamu tidak memiliki pertalian kecuali dari adanya pertalian itu. Itu perbuatan bakti kepada mereka yang ditinggalkan untukmu agar kamu lakukannya setelah mereka meninggal.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
Jika orang tua pernah berjanji namun belum mampu melaksanakannya, maka apabila kita mampu menunaikannya, maka tunaikan lah janji arwah itu. Semoga dengan cara itu, arwah tenag di sana.
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara iaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang solah yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim).
Doa anak yang soleh InsyaAllah akan diterima Allah.
Rasulullah SAW dalam sebuah hadis Qudsi: “Diangkat darjat seseorang yang sudah meninggal, kemudian berkata: “Ya Rabb, apa (penyebab) ini?” kemudian Allah SWT menjawab: “Anakmu memohonkan ampun untukmu.”
“Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya seorang wanita dari Juhainah datang kepada Rasulullah SAW, lalu dia berkata: “Sesungguhnya ibu saya telah bernazar melakukan haji, dia meninggal sebelum melaksanakan nazar hajinya, apakah boleh melakukan haji menggantikannya?” Rasulullah SAW menjawab: “Lakukan haji untuknya.” (HR. Bukhari)
“Dari Abu Hurairah ra dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Ruh seorang yang beriman tergantung dengan hutangnya, sampai ditunaikan hutangnya”. (HR. Tirmidzi).
Memang hutang orang tua itu bukan kewajiban anak sepenuhnya, namun jika kita berusaha melangsaikannya, ia dapat meringankan urusan orang tua di akhirat kelak.
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Bukan sahaja saat hambaNya berjaga , malah sewaktu hendak tidur pun Allah titipkan pahala! Bukan perkara sulit untuk tidur malah ramai yang suka tidur bagi melepaskan lelah seharian bekerja.
Sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang kepada setiap hambaNya. Rabbul Izzah tidak pernah berkira melimpahkan kebaikan dan pahala kepada para hambaNya tanpa kira siapa, di mana dan bila masa sekalipun.
Tidur juga merupakan ibadah. Betapa nikmatnya tidur menghilangkan penat kemudian menjadi amalan mengutip pahala.
Bagaimana tidur yang nikmat itu dapat memberi ganjaran pahala? Jawapannya kerana adanya sunnah Rasulullah yang dapat dilakukan setiap kali hendak tidur. Berikut adalah lima amalan Rasulullah saat hendak tidur. Senang sesenang-senangnya.
Bukan hanya berwuduk sebelum solat, kita disarankan mengambil wuduk sebelum tidur agar kita dalam keadaan suci saat tidur. Seandainya kita menemui ajal saat tidur, maka kita meninggal dalam keadaan suci.
Selain itu, sunnah ini juga dapat melindungi kita daripada gangguan syaitan dan menghantarkan kita pada mimpi yang baik.
Dari Al Bara bin Azib, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwuduklah kamu sebagaimana wudukmu untuk solat,” (HR.Al Bukhari dan Muslim).
Jika terjaga di tengah malam sekalipun, Nabiyullah Muhammad pun berwuduk kembali. Sebagaimana dalam hadis dari Ibnu Abbas r.a mengatakan,
“Rasulullah terjaga di suatu malam lalu beliau menunaikan hajatnya kemudian membasuh wajah dan tangannya (berwuduk) lalu tidur,” (HR. Al Bukhari dan Abu Dawud)
Sunnah berikutnya ialah membersihkan tempat tidur dengan cara mengibas-ngibaskan cadar. Hal ini termasuk adab tidur yang menjadikan tidur kita lebih bernilai pahala di sisi Allah.
Padahal, fungsi membersihkan tempat tidur semata-mata kerana kebaikan hamba agar terhindar bahaya di tempat tidur. Mungkin sahaja di sana terdapat binatang melata ataupun serangga berbahaya yang dapat menyengat apabila saja saat kita terlelap.
Rasulullah bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian beranjak menuju tempat tidurnya, maka hendaklah dia mengibas (membersihkan) tempat tidurnya karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi kemudian.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Sudah menjadi sunnah Rasulullah untuk tidur menghadap kanan atau lebih tepatnya tidur di atas rusuk kanan. Beliau pun memerintahkan kebiasaan tidur ini kepada umat baginda.
Nabi Muhammad bersabda, “Lalu tidurlah di atas rusukmu yang kanan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Kebiasaan nabi ini ditujukan agar lebih mudah saat bangun di pagi hari. Di era modern kini diketahui bahawa cara tidur demikian sangatlah baik untuk kesihatan tubuh terutama dalam sistem pencernaan.
Sunnah berikutnya ialah meletak tangan sebagai alas pipi ketika tidur. Inilah yang menjadi kebiasaan Rasulullah sebagaimana dikhabarkan sahabat Hudzaifah.
Beliau menceritakan, “Apabila tidur di malam hari, Rasulullah meletakkan tangan beliau di atas pipi” (HR. Al Bukhari)
Yang terakhir ialah berdoa dan berzikir sebelum tidur. Ada beberapa lafaz zikir sebelum tidur. Adapun berdoa sebagaimana yang telah terkenal dan dihafal sejak kecil, yang ertinya, “Ya Allah, dengan menyebut namaMu aku hidup dan dengan menyebut namamu aku mati (tidur),” (HR. Muslim dan Ahmad)
Banyak hadis yang menyebutkan perihal zikir Rasulullah sebelum tidur. Beberapa di antaranya ialah :
Mengucapkan tasbih sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir sebanyak 34 kali. Selain itu juga berzikir dengan membaca tiga surat perlindungan, iaitu: Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.
Ummul mukminin Aisyah mengkhabarkan,
“Apabila Rasulullah akan tidur, beliau meniup kedua tangan beliau dan membaca mu’awwidzat (ayat-ayat perlindungan) lalu mengusap dengan itu keseluruh jasadnya,” (HR. Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dwud, Ibnu Majah).
Dalam hadis lain yang juga dari ummul mukminin, diterangkan bahawa Rasulullah SAW membaca surat tersebut kemudian mengusap tubuh.
Caranya ialah dengan menghimpun kedua telapak tangan kemudian meniupnya dan membaca tiga surat tersebut.
Selepas itu, usaplah dengan tangan ke seluruh tubuh dimulai dari kepala, wajah kemudian bahagian depan tubuh. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Kashoorga: Ambil lah peluang ini sebaik mungkin. Kita amalkannya secara istiqamah.
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Kaum wanita sememangnya cukup istimewa. Islam memandang wanita memiliki banyak keistimewaan. Di dalam Al-Quran telah banyak memberitahukan kepada kita semua tentang kedudukan wanita. Bahkan dalam satu Surah di dalam Al-Quran mengandungi nama wanita iaitu Surah An-Nisa.
Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, beliau menjawab “ibumu! ibumu! ibumu! kemudian ayahmu“. Subhanallah, begitu mulianya seorang wanita di dalam pandangan Islam.
Seperti catatan Firdaus Mokhtar tentang pesanan buat kamu hawa agar mereka tidak terlepas pandang.
Pagi ini ada pesan untuk kaum Hawa. Iya, buat semua yang bergelar perempuan.
1. Perempuan yang tidak bertudung bukanlah jahat. Ada juga yang bertudung tapi perangai ya ampun ngeri. Namun begitu Rasulullah dah pesan kalau tak bertudung akan di seksa di akhirat nanti.
2. Perempuan jika ada simpan perasaan ke lelaki tak solat, elok nasihatkan dia utamakan solat dulu. Kalau tidak mahu juga, kau carilah lain. Kahwinlah dengan lelaki soleh yang bimbing ke syurga. Kalau diri sendiri pun tak mampu nak bawa, apatah lagi diri orang lain ye dak?
3. Isteri yang terbaik adalah isteri yang meminta maaf segala dosa dari suaminya setiap hari sebelum tidur.
4. Seorang yang solehah itu punya sifat malu yang sangat tinggi. Maka dia tidak akan memalukan diri sendiri. Tik tok untuk challenge itu ini tanda sifat malu telah lebur.
5. Perempuan yang menutup aurat itu memang belum tentu dijamin syurga tapi sekurang-kurangnya dia berusaha untuk menjadi ahli syurga. Maka usaha itu kita hargailah.
6. Isteri yang solehah sentiasa berhias cantik untuk suaminya. Di rumah terutamanya dia sangat berhias. Dialah bidadari suaminya di dunia dan permaisuri di syurga nanti.
7. Isteri yang bersalaman dengan suaminya akan berguguranlah dosanya. Maka selalulah bersalaman dengan suami ya. Santunilah suami elok-elok.
8. Yang ini kena selalu hati-hati. Isteri yang menuntut cerai dari suaminya tanpa sebab yang munasabah, maka haramlah ia mencium bau syurga. Allahu. Maka usah minta yang bukan-bukan.
Begitulah. Moga baik-baik saja.
Sumber kredit: FB: Firdaus Mokhtar,
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?