Bukan hanya di dunia sahaja ada mahkamah perbicaraan di akhirat nanti pun ada. Jika di dunia seorang peguam akan membela dengan hujah dan bukti yang akhirnya akan menentukan sama ada seseorang itu bersalah atau tidak. Di akhirat pula ada perbicaraan yang lebih dahsyat. Hakimnya Allah sendiri.

Tidak ada walau sedikit perkara yang akan terlepas daripada perhatian Allah. Dan hukuman yang akan diberikan hanya dua – syurga atau neraka. Percayalah apabila berada di sana nanti, hatta untuk menanti perbicaraan pun kita tidak mampu apatah lagi untuk menerima hukuman.

Maka Allah sebenarnya telah memberikan kita jalan keluar. Ada beberapa perkara yang telah disebutkan dalam hadis sahih, mampu untuk membantu kita saat itu.

AL-QURAN
Pembela pertama kita di padang mahsyar ialah Al-Quran sendiri. Beruntunglah bagi orang yang menjadikan Al-Quran sebagai temannya ketika di dunia. Al-Quran tidak hanya dicari ketika bulan puasa, ketika bacaan Yasin di masjid atau ketika majlis khatam Al-Quran sahaja. Tetapi Al-Quran dijadikan teman yang dibaca setiap hari, yang dicari saat hati senang dan susah.

Nabi SAW bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Rajinlah membaca Al-Quran, kerana dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” (HR. Muslim, no.1910)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda yang bermaksud:

“Bacalah Al Quran kerana Al Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya…” (Petikan hadis dari HR. Muslim no. 1910- Status hadis sahih)

PUASA SUNAT

Rasulullah SAW bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ

“Amalan puasa dan membaca Al-Quran akan memberi syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya. Dan Al-Quran berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafaat.” (HR. Ahmad, Sahih At-Targhib: 1429)

Pelbagai jenis puasa sunat boleh dilakukan, antara ialah puasa sunat Isnin dan Khamis, puasa sunat tiga hari dalam setiap bulan Islam (pada tanggal 13, 14, 15) dan juga puasa pada hari ‘Arafah.

SOLAT SUNAT
Solat sunat tambahan berfungsi untuk menampung kekurangan yang ada dalam solat fadhu. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah solat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikatNya dan Dialah yang lebih tahu,

“Lihatlah pada solat hambaKu. Apakah solatnya sempurna ataukah tidak? Jika solatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam solatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hambaKu memiliki amalan sunnah. Jika hambaKu memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR. Abu Daud no. 864, Ibnu Majah no. 1426 dan Ahmad 2/425 – Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih)

DOA SELEPAS AZAN

Amalan membaca doa selepas azan juga mampu membantu kita di akhirat. Ia amalan yang sangat mudah dilakukan, namun memberikan kelebihan yang sangat besar. Di Malaysia, azan senang didengari walaupun di tengah-tengah bandar besar. Kemudahan masjid dan tempat solat ada di mana-mana, malah kita juga mampu mengaktifkan tetapan azan pada aplikasi solat dalam telefon pintar.

Jabir bin ‘Abdillah RA telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Maksudnya: “Barang siapa yang mendengar azan dan berdoa – Ya Allah, Wahai Tuhan yang telah mensyariatkan seruan azan dan sembahyang yang akan didirikan. Kurniakanlah kedudukan yang tinggi dan terpuji yang engkau telah janjikan kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kehormatan – luluslah baginya syafaatku baginya pada hari kiamat.”(Sahih Bukhari, no. 614)

ORANG SOLEH
Orang soleh ialah mukmin yang beriman. Allah bercerita tentang ciri orang Mukmin dalam Al-Quran antaranya, mereka ialah orang yang mengerjakan solat, menjauhkan diri daripada dosa, bertawakkal kepada Allah, bersedekah dan orang yang mempunyai rasa takut di hatinya kepada Allah.

Maka orang yang beriman juga mampu membantu untuk menyelamatkan kita daripada azab api neraka kelak, dengan syarat kita berteman dengan mereka di dunia. Dalam erti kata lain, kita berteman dengan mereka kerana ingin mendapatkan kebaikan, ingin diberi peringatan tentang Islam.

“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata:” Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, solat dan berhaji bersama-sama kami”.

Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka : “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!” Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya). Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya.

Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!” Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka.

Kemudian mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang.

Selanjutnya mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”. Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang.

Kemudian mereka berkata : “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan”.

Pada waktu itu Abu Sa’id al Khudri mengatakan: “Apabila kalian tidak mempercayai hadis ini, maka jika kalian suka, bacalah firman Allah (yang ertinya): “Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang meskipun sebesar zarah, dan jika ada kebajikan sebesar zarah, nescaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar”. (Surah An Nisaa’ : 40) … al Hadits”. (HR. Bukhari dan Muslim, 8 – Status hadis sahih)

Berdasarkan hadis di atas, Hasan Al- Bashri juga ada berkata,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة

”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.” (Ma’alimut Tanzil 4/268)

KESIMPULAN

Daripada hadis-hadis yang telah disebutkan di atas, kita tahu sebenarnya Allah sangat pengasih kepada hamba-hambaNya. Allah tidak membeza-bezakan kita dan hanya memberi kelebihan kepada ‘orang baik’ sahaja. Allah telah memberitahu rahsia yang dapat menyelamatkan diri kita di akhirat kelak. Maka, ambil lah peluang bermula sekarang untuk mencari ‘pembela-pembela’ ini – Al-Quran, solat dan puasa sunat, doa selepas azan dan juga orang yang beriman.

Sumber kredit: tzkrh.com

VIDEO KASHOORGA: