Firman Allah SWT yang bermaksud: "Sesiapa yang beramal salih, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka sesungguhnya Kami akan menghidupkan dia dengan kehidupan yang baik; dan sesungguhnya kami akan membalas mereka, dengan memberikan pahala yang lebih dari apa yang mereka telah kerjakan." (Surah an-Nahl, ayat 97)
.Untuk memperoleh kehidupan diberkati dunia dan akhirat, setiap manusia pastinya mahukan kehidupan yang baraqah. Maka ada banyak amalan dan perbuatan kita lakukan untuk memperolehnya.

Dari satu kisah dikongsikan oleh Abdurrahman bin Samrah bersama Rasulullah SAW, ada 16 amalan yang diceritakan Rasulullah yang mampu menolak 16 musibah lain menimpa kita.

Kisahnya begini. Suatu pagi Rasulullah keluar menemui kami. Saat kami sedang berada di tempat berteduh di kota Madinah. Setelah bertemu dengan kami beliau berkata, “Sesugguhnya tadi malam aku bermimpi melihat sesuatu yang luar biasa.”

Pertama, aku melihat seseorang dari umatku yang didatangi oleh malaikat maut yang akan mencabut nyawanya. Kemudian datanglah amalan kebaikan dia dengan berbakti kepada kedua orang tuanya maka amalan tersebut mencegahnya dari kematian.

Kedua, aku melihat salah seorang umatku yang telah dipersiapkan untuknya seksaan kubur. Kemudian datanglah amalan wuduknya yang sempurna ketika ingin menunaikan solat maka amalan tersebut pun mencegahnya dari seksa kubur.

Ketiga, aku melihat salah seorang umatku yang telah dikepung oleh Malaikat Munkar dan Nakir kemudian datanglah amalan solatnya maka amalan tersebut menyelamatkannya dari kepungan dari Munkar dan Nakir.

IKLAN

Keempat, aku melihat salah seorang umatku yang tercungap-cungap kerana kehausan. Ketika sampai ke sebuah telaga tapi dirinya telah diusir. Kemudian datanglah amalan puasanya di bulan Ramadan maka dari amalan tersebut dirinya diberikan air minuman dari air telaga itu.

Kelima, aku melihat salah seorang umatku berseorangan sementara orang mukmin lain berada dalam kelompok masing-masing Ketika dirinya mendekati salah satu kelompok tersebut, dirinya ditolak kemudian datanglah amalan mandi junubnya yang sempurna dan dirinya duduk berhampiranku.

Keenam, aku melihat salah seorang umatku yang di dalam kegelapan. Di belakang gelap dan dibawahnya juga gelap dan dirinya teraba-raba dalam kegelapan. Kemudian datanglah amalan haji dan umrahnya maka kedua amalan tersebut mengeluarkannya dari kegelapan dan memasukkannya kecdalam cahaya.

Ketujuh, aku melihat salah seorang umatku cuba berbicara kepada orang-orang mukmin tapi dirinya tidak boleh berbicara. Kemudian datanglah amalan silaturahimnya dan berkata,”Wahai jemaah orang-orang yang beriman, berbicaralah padanya kerana sesungguhnya dulu ia adalah orang yang menyambung tali silaturahim kepada saudaranya.” Kemudian orang-orang mukmin berbicara padanya, menjabat tangannya dan dimasukkan dalam kelompok mereka.

IKLAN

Kelapan, aku melihat salah seorang umatku cuba menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya dari api yang menyala dan menyambar-nyambar. Kemudian datanglah amalan sedekahnya maka amalan tersebut menaunginya dan melindungi wajahnya dari api tersebut.

Kesembilan, aku melihat salah seorang umatku merangkak dengan kedua belah lututnya untuk menemui Allah namun ia terhalang. Kemudian datanglah amalan akhlak baiknya maka tangan orang tersebut diraih dan dimasukkan di sisi orang-orang yang diredhai oleh Allah SWT.

Kesepuluh, aku melihat salah seorang dari umatku yang telah dikepung oleh Malaikat Zabaniyah dari berbagai tempat. Kemudian datanglah amalan menegakkan amal ma’ruf nahi mungkar maka amalan tersebut menyelamatkannya dari Malaikat Zabaniyah dan memasukkannya bersama Malaikat Rahmat.

Kesebelas, aku melihat salah seorang umatku yang buku catatan amalnya diberikan dari arah kirinya. Kemudian datanglah amalan khouf (takut) kepada Allah SWT maka hanya kerana catatan itu, maka buku amalannya diberikan dari arah kanannya.

IKLAN

Duabelas, aku melihat salah seorang umatku berada di pintu neraka jahanam. Kemudian datanglah amalan berkeyakinan tinggi kepada Allah SWT maka amalan tersebut menyelamatkannya dari dimasukkan ke dalam neraka jahannam.

Tigabelas, aku melihat salah seorang umatku yang telah dimasukkan ke dalam neraka. Kemudian datanglah air matanya yang pernah ditumpahkan kerana takut kepada Allah SWT maka air mata tersebut menyelamatkannya dari neraka.

Empatbelas, aku melihat salah seorang umatku yang berdiri di atas titian sirotulmustaqim (jambatan yang lebih tajam dari mata pedang) dalam keadaan gementar ketakutan seperti gementarnya pohon kurma yang terkena angin taufan. Kemudian datanglah amalan husnudzon (berbaik sangka) kepada Allah SWT maka hilanglah gementarnya dan dirinya mampu berjalan di atas titian itu.

Limabelas, aku melihat salah seorang umatku yang berada di atas titian. Terkadang mengengsot, terkadang merangkak dan terkadang tergantung. Kemudian datanglah bacaan selawatnya kepadaku maka aku membangunkannya sehingga boleh melalui titian tersebut.

Enambelas, aku melihat salah seorang umatku yang telah sampai ke pintu syurga tetapi pintunya terkunci. Kemudian datanglah amalan syahadahnya yang diucapkan dengan ikhlas dari hati maka terbukalah pintu syurga tersebut dan masuklah dirinya ke dalam syurga.