Berat lakukan ibadah dalam bulan Ramadan, amalkan doa ini ketika sujud terakhir. Mudah-mudahan Allah permudahkan segalanya untuk kita sepanjang bulan Ramadan.
Bulan Ramadan adalah bulan beribadat dan mengejar ahala. Namun kadang-kadang timbul ujian dalam usaha meraih ganjaran di bulan yang mulia ini. Dalam keadaan puasa, timbul rasa penat dan berat untuk melakukan ibadah.
Tatkala dalam situasi begini doa yang dikongsi Ustazah Asma’ Harun boleh kita praktikkan kongsikan agar kita merasa ringan beribadat kepada-Nya:
Doa diajar Rasulullah
Menurut beliau doa tersebut diajar oleh Rasulullah SAW kepada Saidina Muadz bin Jabal agar Allah SWT kurniakan kekuatan dan keringanan untuk beribadah.
Di dalam doa ini, Baginda berpesan kepada Muadz agar membaca doa ini setiap kali di akhir solat dan ketika sujud terakhir sebelum salam. Jadikan ia amalan, Insyaallah besar manfaatnya dalam kehidupan seharian.
“Sesungguhnya engkau akan mendatangi sekelompok kaum dari Ahli Kitab, maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah.
Jika sekiranya mereka mentaatimu akan hal tersebut, maka beritahulah mereka sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas mereka solat lima waktu setiap harinya”.
(HR Bukhari & Muslim)
Selain itu, Baginda SAW juga pernah mengiktiraf ketokohan Muadz bin Jabal di dalam sebuah sabdanya:
Maksudnya:
“Ambillah al-Qur’an daripada empat orang iaitu Ibnu Ummi Abdin (Abdullah bin Mas’ud), Mu’adz bin Jabal, dan Ubai bin Ka’ab serta Salim bekas hamba kepada Abu Hudzaifah“.
(HR Bukhari & Muslim, hadis sahih)
Di dalam kitab Siyar A’lam An-Nubala’ juga ada menyebutkan bahawa;
“Di antara kalangan para sahabat yang sudah memberi fatwa pada zaman Rasulullah SAW, ada tiga orang dari kalangan Muhajirin iaitu Umar, Uthman dan Ali, dan tiga daripada kalangan Ansar iaitu Ubai bin Ka’ab, Mu’adz dan Zaid”.
Subhanallah. Beliaulah antara sahabat yang banyak berdamping dengan Rasulullah SAW dan mendapat nasihat secara terus daripada Baginda. Semoga Allah meredhai Mu’adz, dan memberi balasan atas setiap sumbangannya terhadap Islam.
Marilah sama-sama kita amalkan doa yang diajarkan Rasulullah kepada sahabatnya Muadz, agar Allah SWT sentiasa kurniakan rasa ringan dan rindu dalam diri kita untuk beribadah kepada-Nya terutamanya sepanjang bulan Ramadan ini.
Kedatangan bulan Ramadhan setiap tahunnya tak henti menjadi penghibur hati orang mukmin. Bagaimana tidak, beribu keutamaan ditawarkan di bulan ini.
Pahala diobral, ampunan Allah bertebaran memenuhi setiap ruang dan waktu. Seorang yang menyadari kurangnya bekal yang dimiliki untuk menghadapi hari penghitungan kelak, tak ada rasa kecuali sumringah menyambut Ramadhan.
Insan yang menyedari betapa dosa melumuri dirinya, tidak ada rasa kecuali bahagia akan kedatangan bulan Ramadhan.
Mukmin Sejati Itu Dermawan
Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih keuntungan besar dari bulan Ramadhan adalah melalui sedekah. Islam sering menganjurkan umatnya untuk banyak bersedekah.
Dan bulan Ramadhan, amalan ini menjadi lebih dianjurkan lagi. Dan demikianlah sepatutnya akhlak seorang mukmin, yaitu dermawan. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan bahkan memberi contoh kepada umat Islam untuk menjadi orang yang dermawan serta pemurah.
Ketahuilah bahwa kedermawanan adalah salah satu sifat Allah Ta’ala, sebagaimana hadits:
إن الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak yang buruk.” (HR. Al Baihaqi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 1744)
Dari hadits ini demikian dapat diambil kesimpulan bahwa pelit dan bakhil adalah akhlak yang buruk dan bukanlah akhlak seorang mukmin sejati.
Begitu juga, sifat suka meminta-minta, bukanlah ciri seorang mukmin. Bahkan sebaliknya seorang mukmin itu banyak memberi.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
اليد العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة
“Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang dibawah adalah orang yang meminta.” (HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)
Selain itu, sifat dermawan jika di dukung dengan tafaqquh fiddin, mengilmui agama dengan baik, sehingga terkumpul dua sifat yaitu alim dan juud (dermawan), akan dicapai kedudukan hamba Allah yang paling tinggi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلماً فهو يتقي فيه ربه ويصل فيه رحمه، ويعلم لله فيه حقاً فهذا بأفضل المنازل
“Dunia itu untuk 4 jenis hamba: Yang pertama, hamba yang diberikan rizqi oleh Allah serta kepahaman terhadap ilmu agama. Ia bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan hartanya dan ia gunakan untuk menyambung silaturahim. Dan ia menyadari terdapat hak Allah pada hartanya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik.” (HR. Tirmidzi, no.2325, ia berkata: “Hasan shahih”)
Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadhan
Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, teladan terbaik bagi kita, beliau adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau lebih dahsyat lagi di bulan Ramadhan. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)
Dari hadits di atas diketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada dasarnya adalah seorang yang sangat dermawan. Ini juga ditegaskan oleh Anas bin Malik radhiallahu’anhu:
كان النبي صلى الله عليه وسلم أشجع الناس وأجود الناس
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling berani dan paling dermawan.” (HR. Bukhari no.1033, Muslim no. 2307)
Namun bulan Ramadhan merupakan momen yang spesial sehingga beliau lebih dermawan lagi. Bahkan dalam hadits, kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dikatakan melebihi angin yang berhembus.
Diibaratkan demikian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ringan dan cepat dalam memberi, tanpa banyak berpikir, sebagaimana angin yang berhembus cepat.
Dalam hadits juga angin diberi sifat ‘mursalah’ (berhembus), mengisyaratkan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki nilai manfaat yang besar, bukan asal memberi, serta terus-menerus sebagaimana angin yang baik dan bermanfaat adalah angin yang berhembus terus-menerus. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari.
Oleh kerana itu, kita yang mengaku meneladani beliau sudah selayaknya memiliki semangat yang sama.
Iaitu semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih banyak dan lebih bermanfaat di bulan Ramadhan, melebihi bulan-bulan lainnya.
Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan
Salah satu sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi teladan untuk lebih bersemangat dalam bersedekah di bulan Ramadhan adalah karena bersedekah di bulan ini lebih dahsyat dibanding sedekah di bulan lainnya.
Diantara keutamaan sedekah di bulan Ramadhan adalah:
1. Puasa digabungkan dengan sedekah dan shalat malam sama dengan jaminan surga.
Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah yang agung, bahkan pahala puasa tidak terbatas kelipatannya. Sebagaimana dikabarkan dalam sebuah hadits qudsi:
كل عمل ابن آدم له الحسنة بعشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف قال عز و جل : إلا الصيام فإنه لي و أنا الذي أجزي به
“Setiap amal manusia akan diganjar kebaikan semisalnya sampai 700 kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR. Muslim no.1151)
Dan sedekah, telah kita ketahui keutamaannya. Kemudian shalat malam, juga merupakan ibadah yang agung, jika didirikan di bulan Ramadhan dapat menjadi penghapus dosa-dosa yang telah lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من قام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه
“Orang yang shalat malam karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no.37, 2009, Muslim, no. 759)
Ketiga amalan yang agung ini terkumpul di bulan Ramadhan dan jika semuanya dikerjakan balasannya adalah jaminan surga. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إن في الجنة غرفا يرى ظاهرها من باطنها وباطنها من ظاهرها أعدها الله لمن ألان الكلام وأطعم الطعام وتابع الصيام وصلى بالليل والناس نيام
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)
2. Mendapatkan tambahan pahala puasa dari orang lain.
Kita telah mengetahui betapa besarnya pahala puasa Ramadhan. Bayangkan jika kita bisa menambah pahala puasa kita dengan pahala puasa orang lain, maka pahala yang kita raih lebih berlipat lagi. Subhanallah! Dan ini bisa terjadi dengan sedekah, yaitu dengan memberikan hidangan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا
“Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR. At Tirmidzi no 807, ia berkata: “Hasan shahih”)
Padahal hidangan berbuka puasa sudah cukup dengan tiga butir kurma atau bahkan hanya segelas air, sesuatu yang mudah dan murah untuk diberikan kepada orang lain.
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يفطر على رطبات قبل أن يصلي فإن لم تكن رطبات فعلى تمرات فإن لم تكن حسا حسوات من ماء
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan beberapa tamr (kurma kering), jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.” (HR. At Tirmidzi, Ahmad, Abu Daud, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi, 696)
Betapa Allah Ta’ala sangat pemurah kepada hamba-Nya dengan membuka kesempatan menuai pahala begitu lebarnya di bulan yang penuh berkah ini.
3. Bersedekah di bulan Ramadhan lebih dimudahkan.
Salah satu keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan adalah bahwa di bulan mulia ini, setiap orang lebih dimudahkan untuk berbuat amalan kebaikan, termasuk sedekah. Tidak dapat dipungkiri bahwa pada dasarnya manusia mudah terpedaya godaan setan yang senantiasa mengajak manusia meninggalkan kebaikan, setan berkata:
“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (Qs. Al A’raf: 16)
Sehingga manusia enggan dan berat untuk beramal. Namun di bulan Ramadhan ini Allah mudahkan hamba-Nya untuk berbuat kebaikan, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam:
إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين
“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)
Dan pada realitanya kita melihat sendiri betapa suasana Ramadhan begitu berbedanya dengan bulan lain.
Orang-orang bersemangat melakukan amalan kebaikan yang biasanya tidak ia lakukan di bulan-bulan lainnya. Subhanallah.
Jumlah kumulatif kes positif Covid-19 di seluruh dunia kini melebihi 207 juta kes setakat semalam.
Data terbaharu Johns Hopkins University menunjukkan Amerika Syarikat masih kekal negara paling teruk terjejas dengan lebih 36.7 juta kes. Ini diikuti India dengan 32.2 juta kes dan Brazil dengan lebih 20.4 juta kes.
Sementara itu, angka kematian akibat Covid-19 seluruh dunia kini melepasi 4.36 juta kes, selepas lebih 20,000 kematian baharu direkodkan secara global dalam tempoh 24 jam lepas.
Berdasarkan data Johns Hopkins University, Amerika Syarikat kekal merekodkan jumlah kematian tertinggi dengan lebih 585,000 ribu kes.
Ini diikuti Brazil dengan lebih 621,000 kes, India lebih 431, 000 kes dan Brazil lebih 569,000 kes.
Ternyata dari angka tercatat di atas, kita dapat melihat bukti kekuasaan Allah SWT dengan tersebarnya koronavirus yang berpunca daripada kejahatan tangan-tangan manusia yang membuat kerosakan di atas muka bumi. Ia terjadi kerana mereka tidak mengikut panduan yang telah ditetapkan Allah SWT kepada kita.
Firman Allah SWT di dalam Surah Ar-Rum ayat 41 yang maksudnya: Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) kerana Allah SWT hendak mereka merasakan sebahagian daripada balasan perbuatan-perbuatan buruk yang telah mereka lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat).
Dalam pada itu, Pensyarah Kanan, Fakulti Syariah dan Undang-Undang Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Ustaz Dr. Nur Mohamad Hadi bin Zahalan, membuat perkongsian dari sudut pandangan Islam dan kitab-kitab muktabar untuk kita sebagai umat Islam bermuhasabah di atas kekuasaan Sang Pencipta atas apa yang berlaku.
Baginda Rasulullah SAW telah mengkhabarkan mengenai peristiwa akhir zaman yang mana akan berlaku penyebaran wabak. Sabda baginda Rasulullah SAW: Dari ‘Auf bin Malik RA berkata: Aku pernah menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk dan baginda sedang berada di dalam sebuah khemah yang terbuat dari kulit. Lalu baginda bersabda: Hitunglah enam perkara yang akan terjadi menjelang hari kiamat iaitu:
1. Kematianku
2. Pembebasan Baitulmaqdis (dalam riwayat lain: pemakmuran Baitulmaqdis)
3. Kematian yang menyerang kamu sekalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati tiba-tiba
4. Melimpahnya harta benda sehingga ada lelaki yang diberi seratus dinar namun masih marah (kerana merasa kurang)
5. Timbulnya fitnah sehingga tidak ada satu pun rumah orang Arab (dalam riwayat lain: rumah orang Islam) melainkan ia akan memasukinya
6. Akhir sekali perjanjian yang akan berlaku antara kamu sekalian dan bangsa kulit kuning (Bani al-Asfar iaitu Rom), lalu mereka akan mengkhianati perjanjian tersebut dan mereka akan datang menghadapi kalian di bawah lapan puluh (80) panji-panji perang, di bawah setiap panji pula terdiri daripada dua belas ribu (12,000) tentera. – [HR al-Bukhari 2940].
Jika kita merenung dan bermuhasabah dengan apa yang berlaku maka kita akan mengetahui bahawa setiap yang berlaku adalah disebabkan perbuatan kezaliman kita sendiri. Baginda Rasulullah SAW pernah menyebut di dalam sebuah hadis mengenai azab yang Allah akan turunkan kepada umat manusia jika kita melakukan kerosakan itu. Sabda Rasulullah SAW: Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya, dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya.
1. Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka taun (wabak) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.
2. Tidaklah mereka menipu dalam timbangan kecuali akan ditimpa dengan kemarau berpanjangan serta kezaliman penguasa atas mereka.
3. Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari turun ke atas mereka, dan sekiranya bukan kerana haiwan-haiwan (yang sentiasa berzikir kepada Allah), nescaya manusia tidak akan diberikan hujan.
4. Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, kecuali Allah SWT akan menjadikan musuh mereka dari kalangan orang kafir berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebahagian apa yang mereka miliki.
5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (al-Quran) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka.” – [HR Ibnu Majah 4009].
Justeru, musibah menerusi penyakit ialah sesuatu wabak dan penyakit yang membahayakan tidak ada sesiapa yang mampu untuk menghapuskannya melainkan dengan izin Allah SWT.
Firman Allah SWT di dalam Surah Yunus ayat 107: Dan jika Allah mengenakan engkau dengan sesuatu yang membahayakan, maka tiada sesiapa pun yang akan dapat menghapuskannya melainkan Dia; dan jika Dia menghendaki engkau beroleh sesuatu kebaikan, maka tiada sesiapapun yang akan dapat menghalangi limpah kurnia-Nya. Allah melimpahkan kurnia-Nya itu kepada sesiapa yang dikendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya, dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Kebiasaannya hari minggu menjadi aktiviti wajib bersama keuarga. Ada orang membawa keluarga melakukan aktiviti lasak dan ada juga yang mengambil kesempatan membawa anak ke pusat beli belah.
Walaupun sedang sibuk membeli belah, namun kewajipan kepada Allah tetap tidak dilupakan.
Viral dalam sebuah posting di laman sosial Facebook The Rohani berkongsi mengenali kisah seorang bapa yang menjadi Imam kepada anak-anak lelakinya di sebuah surau di pusat beli belah, selangor.
Ternyata sikap bapa ini yang menjadi ketua keluarga telah mendapat pujian netizen. Rata-rata memuji sikap bapa ini yang tidak melupakan tanggungjawab menunaikan solat dan turut mengajak sama anak-anak untuk bersolat.
Malah turut disenaraikan beberapa pengajaran yang boleh dipelajari di sini. Salah satunya didiklah anak bersolat tidak kira di mana dan berapa usia mereka.
Dan jangan sering memarahi anak-anak jika belum bersolat, lebih baik ajak bersolat bersama-sama kita sebagai bapanya.
KEPIMPINAN MELALUI TELADAN ======================== Semasa solat di surau AEON MALL Shah Alam tadi, ternampak seorang lelaki menjadi imam solat Zohor.
Barangkali yang menjadi makmum itu semua anak-anak lelakinya. Sejuk mata memandang.
Apa yang boleh dipelajari di sini: 1) Walaupun anak belum wajib solat, ajar dan ajak dia solat. Lama-lama dia akan biasa 2) Pentingnya ayah sebagai ‘role model’ untuk anak-anak 3) Shopping-shopping juga, solat jangan lupa 4) Kalau ada anak lelaki, jangan tinggalkan dia dengan isteri. Ajak dia masuk surau lelaki. Maklumlah, surau wanita selalunya sesak. 5) Janganlah bila kita solat, kita tinggalkan anak di tepi. Ajak dia solat sekali. 6) Jangan asyik marah anak bila kena ingatkan dia “Dah solat ke belum?” 7) Lebih baik ajak anak solat bersama-sama kita. Jadi, kita tak akan stress bertanya soalan yang sama 8 ) Kalau nak anak jadi baik, kita kena tunjuk baik. Kalau nak anak solat, kita kena tunjuk kita solat depan dia. Kepimpinan melalui teladan. 9) Lumrah anak kecil akan main-main bila solat. Namun dalam situasi ini, semua anak-anak ini berdiri tegak dan tidak main-main. 10) Hebat didikan ibu dan ayah anak-anak ini
Semoga anak-anak ini, dan anak-anak kita semua kekal istiqomah begini sehingga akhir hayat.
Terus melaksanakan ibadah dan suruhan Allah, apabila kita sudah tiada lagi. Cuma saya tak pasti, kenapa seorang lagi itu berbaju t-shirt hitam.
Mungkin dia tak jumpa baju belang-belang dalam almari, untuk keluar jalan-jalan sedondon.
Sabtu, 18 Jan 2020 3.47pm
Perkongsian ini telah mendapat dan mendapat komen positif dari netizen. Antara komen warganet yang turut bersetuju dengan tindakan bapa ini dan mendoakan anak-anaknya menjadi soleh dan contoh terbaik buat masayarakat.
Chekgu ShidaAlhamdulillah… Semoga menjadi anak yg soleh dan contoh terbaik buat masyarakat di luar sana. Tahniah buat ayah dan ibunya…
Ben Kadirramai ayah2 jadi role model untuk anak2, solat berjemaah bersama walaupon sudah ada jemaah lain sedang solat berjemaah. alhamdulillah. lagi baik solat bersama2 jrmaah yang sedang berjemaah.
Nuraini JamainMungkin t shirt hitam tu sepupunya,tumpang solat sekali..sejuk mata memandang,ank sy pun sudah d latih sebegini..sbb takut pula dengan Allah swt bila ank xsolat..takut bukan biasa2..harap ank2 solat tak tinggal walaupun ibubapa dh tiada..aminn
Sh ZuridaAlhamdulillah semoga terus membesar menjadi anak yg soleh, pembimbing masyarakat… Anuar ThamrinAlhamdulillah….semoga anak2 mnjadi ank yg soleh.
Isian rohani buat semua peringkat umur, semoga kita KASHOORGA bersama.
Insya-Allah, kita download
sekarang ya?
Hukum ubat kuat menurut Ustaz Azhar Idrus adalah harus jika digunakan untuk tujuan kesihatan dan nafkah batin, dengan syarat produk halal, selamat serta tidak memudaratkan pengguna.